Wonosobo — Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemandirian Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna dan keluarganya, BP3MI Jawa Tengah menggelar Pelatihan Batik sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, pada tanggal 20 hingga 23 Mei 2025, bertempat di Hotel Dafam, Kabupaten Wonosobo.
Sebanyak 20 peserta dari Desa Jlamprang, Desa Mergosari, dan Desa Wonosobo turut ambil bagian dalam pelatihan ini, yang bertujuan membekali mereka dengan keterampilan membatik sekaligus strategi pemasaran produk.
Kolaborasi Multi-Stakeholder Dukung PMI Purna Berdaya
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya:
- BP3MI Jawa Tengah
- Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo
- Disperindag UKM & Koperasi Kabupaten Wonosobo
- Praktisi Batik Kabupaten Wonosobo
- Praktisi Diversifikasi Produk Batik Kabupaten Wonosobo
- Seluruh PMI Purna dan keluarga peserta pelatihan
Hari Pertama: Pembukaan dan Strategi Pemasaran
Sambutan dan Pembukaan
Acara dibuka oleh Bapak Danang Adil Luhur W, S.H., M.H. dari BP3MI Jawa Tengah. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif penguatan kapasitas wirausaha di Kabupaten Wonosobo.
“Wonosobo termasuk dalam lima besar penyumbang pekerja migran terbanyak se-Jawa Tengah. Potensi ini harus kita kelola agar PMI Purna dapat menjadi wirausahawan yang inovatif, tangguh, mandiri, dan mampu memberdayakan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Materi Strategis
- Dr. Prayitno, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kab. Wonosobo, memaparkan Capaian Kinerja serta Strategi Mencapai RPJMD dan Visi Misi Bupati Wonosobo Periode 2025-2030. Pemberdayaan PMI Purna dinilai sejalan dengan upaya Pemkab Wonosobo dalam meningkatkan produktivitas industri serta menciptakan lapangan kerja.
- Zulfahmi Ilman Hindarni, M.Sc., dari Disperindag UKM & Koperasi Kab. Wonosobo, membahas Strategi Pemasaran dan Digital Marketing Produk Batik.
Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial, marketplace, serta optimalisasi strategi konten digital, pendaftaran merek, dan pemanfaatan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam memasarkan produk batik.
Hari Kedua & Ketiga: Pelatihan Membatik Tingkat Lanjut
Pelatihan praktis dipandu oleh Anissa Hanifa dan Waluyo, praktisi batik Wonosobo.
Peserta dibekali dengan:
- Teknik dasar dan lanjutan membatik: nyungging, njiplak, nglowong, ngiseni, nyolet, ngelir, ngunci, nembok, dan nglorod.
- Pengemasan produk batik: penyiapan produk untuk pemasaran.
- Strategi promosi dan branding: meningkatkan daya saing produk batik di pasar lokal maupun digital.
Hari Keempat: Diversifikasi Produk Batik
Hari keempat menghadirkan Bondet Pamularsih, praktisi diversifikasi produk batik.
Materi yang disampaikan meliputi:
- Pengembangan produk turunan batik: aksesoris, gelang, dan produk pelengkap busana batik.
- Tips pengemasan dan strategi penjualan produk kreatif berbasis batik.
Penutupan dan Harapan
Rangkaian pelatihan resmi ditutup oleh Kepala BP3MI Jawa Tengah, Bapak Pujiono, S.H., M.H., pada Kamis, 23 Mei 2025.
Beliau menyampaikan apresiasi atas semangat peserta serta pentingnya memanfaatkan pelatihan ini seoptimal mungkin:
“Dengan adanya bantuan modal usaha, kami berharap minimal 30% peserta dapat menerapkan ilmu yang didapatkan untuk membangun usaha di bidang pembuatan batik. Kabupaten Wonosobo sebagai ikon batik memiliki potensi besar untuk pengembangan industri kreatif berbasis batik,” tegas beliau.
Mendorong PMI Purna Lebih Mandiri
Melalui pelatihan ini, diharapkan para PMI Purna dan keluarga mampu:
✅ Memiliki keterampilan membatik yang siap pakai
✅ Memahami strategi pemasaran modern
✅ Memulai usaha batik atau produk kreatif berbasis batik
✅ Berkontribusi dalam pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Wonosobo
Program pemberdayaan ini sejalan dengan kebijakan Kementrian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dalam mendorong kemandirian ekonomi PMI Purna.



#BP3MIJateng
#PMIPurnaBerkarya
#PelatihanBatikWonosobo
#PemberdayaanEkonomiPMI


