Kendal, 11 April 2025 – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Ibu Christina Aryani, S.E., S.H., M.H, bersama jajaran, melakukan kunjungan ke Loket Terpadu Sumber Daya Alam (LTSA) Kendal dan Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu pada 11 April 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau upaya pengembangan penempatan dan pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Kendal.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pj. Sekda Kabupaten Kendal, Kepala BP3MI Jawa Tengah, Bapak Pujiono, S.H., M.H, Sekretaris Disperinaker Kabupaten Kendal, serta Kepala Bidang Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Kabupaten Kendal. Dalam kesempatan ini, mereka membahas berbagai isu terkait pengembangan penempatan PMI serta tantangan yang dihadapi di lapangan.
Sekretaris Disperinaker Kabupaten Kendal menyampaikan beberapa hal penting terkait penempatan PMI. Menurutnya, meskipun terdapat peningkatan minat masyarakat Kendal untuk bekerja di luar negeri, sebagian besar masyarakat yang tertarik bekerja di luar negeri adalah perempuan, mengingat sektor kerajinan dan rumah tangga yang menjadi primadona di daerah tersebut. Selain itu, ia menyoroti kurangnya keterampilan teknis di kalangan masyarakat sebagai kendala utama yang menghambat keberhasilan penempatan PMI.
“Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya meningkatkan penempatan PMI sektor formal dan berharap dapat bersinergi lebih baik dengan KP2MI untuk mempercepat pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala BP3MI Jawa Tengah, Bapak Pujiono, menjelaskan bahwa Korea Selatan masih menjadi negara tujuan utama penempatan PMI asal Kendal. Namun, ia juga mencatat bahwa penempatan PMI ke Jepang mulai meningkat meskipun tantangan bahasa dan terbatasnya peluang kerja masih menjadi hambatan.
Kepala Bidang Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Kabupaten Kendal mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendukung perluasan penempatan PMI yang sesuai dengan potensi lokal, seperti sektor pertanian. Selain itu, pemerintah daerah juga telah bekerja sama dengan Bank Jateng untuk menyediakan program KUR PMI dengan plafon dana Rp. 10 Miliar.
“Tingkat pengangguran di Kabupaten Kendal cukup signifikan, yaitu sekitar 3.600 orang. Namun, budaya merantau tetap ada, sehingga penempatan PMI di daerah ini terus meningkat setiap tahunnya,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri KP2MI, Ibu Christina Aryani, menegaskan komitmen KP2MI untuk memperkuat distribusi tenaga kerja migran Indonesia melalui pengembangan sekolah vokasi yang dapat mencetak SDM unggul berbasis keterampilan. Beliau juga berharap lulusan politeknik, seperti Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu, dapat bekerja di luar negeri dengan keterampilan yang tepat dan dapat memberikan informasi yang jelas kepada keluarga.
“Penting bagi kita untuk memastikan bahwa penempatan PMI berjalan dengan terstruktur dan sesuai dengan keahlian yang dimiliki, agar mereka dapat bekerja di sektor formal dengan lebih baik,” tambahnya.
Selain itu, Wakil Menteri juga menyoroti maraknya iklan-iklan kerja di luar negeri yang sering kali menyesatkan dan berujung pada penipuan. “Masyarakat seringkali tergiur dengan janji gaji tinggi namun terjebak dalam jaringan penipuan. Oleh karena itu, kita perlu terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang proses legal penempatan PMI,” tegasnya.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kendal dengan BP3MI Jawa Tengah dan KP2MI dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penempatan PMI yang terstruktur dan berbasis keterampilan.


