Semarang, 6 September 2025 — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melakukan kunjungan kerja ke Kantor BP3MI Jawa Tengah pada hari Sabtu, 6 September 2025.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan dan evaluasi kinerja Unit Pelaksana Teknis BP3MI di daerah dalam mendukung transformasi kelembagaan dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menjadi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Apresiasi untuk BP3MI Jawa Tengah
Dalam arahannya, Bapak Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menyampaikan apresiasi kepada BP3MI Jawa Tengah yang telah menunjukkan kinerja optimal dalam memberikan pelayanan dan pelindungan kepada calon pekerja migran.
Beliau menegaskan bahwa BP3MI Jawa Tengah merupakan basis perekrutan PMI terbesar nomor tiga se-Indonesia, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan khusus dalam peningkatan sarana, sumber daya manusia, serta sistem pelayanan.
Perubahan Mindset dan Transformasi Kelembagaan
Bapak Menteri menekankan pentingnya perubahan mindset kelembagaan seiring transformasi BP2MI menjadi Kementerian.
Menurut beliau, orientasi kelembagaan ke depan harus difokuskan pada tiga hal utama:
- Perlindungan menyeluruh terhadap PMI, baik sebelum, selama, maupun setelah bekerja di luar negeri.
- Penyederhanaan dan percepatan pelayanan publik agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
- Integrasi sistem digital, terutama penyelarasan antara SIAP Kerja dan SISKOP2MI, guna menciptakan ekosistem pelayanan yang terhubung dan transparan.
Menjaga Integritas dan Pelayanan
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Menteri juga mengingatkan seluruh jajaran BP3MI Jawa Tengah agar senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan kepekaan sosial dalam melayani masyarakat.
“Yang kita layani adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Oleh karena itu, pelayanan kita harus tulus dan berorientasi pada nilai kemanusiaan,” tegas beliau.
Permasalahan Roster G to G Korea
Bapak Menteri turut menyoroti permasalahan antrean calon pekerja G to G Korea yang saat ini mencapai 16.400 orang.
Tingginya minat masyarakat Indonesia untuk bekerja ke Korea tidak sebanding dengan permintaan yang menurun akibat perlambatan ekonomi di negara tersebut.
Untuk mengantisipasi hal ini, beliau menekankan perlunya:
- Diversifikasi sektor penempatan,
- Pembukaan negara tujuan alternatif, serta
- Peningkatan kualitas pembelajaran bahasa dan kompetensi teknis calon pekerja.
Pengembangan Program Terintegrasi
Dalam arahannya, Bapak Menteri juga menyampaikan bahwa Kementerian P2MI saat ini sedang mengembangkan tiga program strategis terintegrasi guna memperkuat kompetensi dan perlindungan bagi CPMI:
- Migrant Center – pusat pelatihan kompetensi dan penguatan soft skill bagi CPMI di daerah.
- Kelas Migran – kegiatan ekstrakurikuler di SMK untuk membekali siswa dengan kemampuan bahasa asing dan kesiapan mental bekerja di luar negeri.
- Desa EMAS (Edukasi, Mandiri, Aman, Sejahtera) – program pemberdayaan desa dalam perlindungan warganya yang akan bekerja sebagai PMI.
Tanggapan BP3MI Jawa Tengah
Menutup kunjungan, Kepala BP3MI Jawa Tengah menyampaikan terima kasih atas perhatian dan arahan Bapak Menteri.
Beliau menegaskan komitmen BP3MI Jawa Tengah untuk menindaklanjuti seluruh arahan tersebut melalui langkah konkret dalam peningkatan kualitas pelayanan, sinergi dengan pemerintah daerah, dan penguatan sistem digitalisasi layanan.
Penutup
Kunjungan kerja Bapak Menteri di BP3MI Jawa Tengah berjalan dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan transformasi kelembagaan menuju Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dapat semakin memperkuat peran dan fungsi BP3MI di daerah dalam melindungi dan memberdayakan Pekerja Migran Indonesia secara menyeluruh.




